welcome

Selamat datang di blog Kami, MasterOtodidak

7/01/2015

"Thanks" to Israel

Terima Kasih Untuk Israel.
kayaknya bahasanya terlalu profokatif., membuat si penulis akan dibuli habis-habisan oleh Nettizen pagi, siang dan Malam. Karena Membicarakan Israel, adalah membicarakan bagaimana perlakuan mereka kepada Rakyat palestina, Mulai dari Pembunuhan, pemerkosaan, pemblokiran, dari orang dewasa sampai anak-anak mereka tanpa rasa ampun untuk selalu memeranginya setiap harinya.

---
So-- yuk kita berhenti sejenak tentang kemarahan kita itu., yang memang sejatinya kita cuma bisa marah, mencaci mereka, mencibir mereka dan membicarakan mereka, tanpa ada gereget yang kuat untuk menemuinya serta melawannya,.
Berhenti untuk Berfikir negatif dengan mereka.
- coba kita cari positifnya..
- ada??
- tidak ada--
- coba berfikir lagi jauuhhh lebih dalam..
------------------------------------------------
yah.. ternyata ada.
- Mari kita berterima kasih kepada Israel.
Wahai Israel, kami ucapkan terima kasih kepadamu, karena dengan ulahmu, kami berfikir lebih keras, bekerja lebih cerdas, dan membuat sebuah sistem dan cara-cara baru bagaimana kami bisa membantu saudara kami di palestina. kalian Telah mengajari kami bagaimana bersikap yang sebenarnya denganmu, bagaimana mepersiapkan generasi kami agar tetap waspada terhadap sikapmu, serta tindakanmu, meskipun kami yakin, bahwa Allah akan memberikan pertolongan kepada saudara kami tepat pada waktunya. 
Wahai Israel, Kami merasa Berterima kasih, atas segala tindakamu, karena dengan tindakanmu yang sekeji itu, merangsang ummat kami berusaha bersiap-siap, mencerdaskan pribadi serta jamaah, menyebarkan spirit perjuangan, spirit belajar yang tinggi, sampai-sampai, kami mendirikan organisasi-organisai atau yayasan yang secara implisit membuatmu merasa takut.: kami tahu, kalian mreasa takut dengan gerakan-gerakan yang terbuka ini, gerakan menjaga qur;an agar tetap berada disanubari, 
Wahai Israel, Kami berteima kasih, karena dengan ulahmu, kami dapat menemukan formula yang tepat bagaimana cara menghancurkanmu secara masif dan terukur itu. kami takkan pernah lelah mengajari gernerasi kami untuk mengobarkan api semangat juang untuk terus memupuk kebencian kepadamu hingga tiba saatnya nanti pertolongan Allah akan tiba.
Wahai Israel, terimakasih, bahwa engkau sedang menggali kuburanmu sendiri ditanah suci Palestina.
Metro, 2 Juli 2015 Ahmad Bahtiar

No comments: