welcome

Selamat datang di blog Kami, MasterOtodidak

7/27/2015

Puisi: MenJemput Pemimpin

MenJemput Pemimpin
Redup dan abu-abu lalu samar
warna Indah untuk Pemimpin
sadar satu urung semebar
memeluk angin memeluk nafas
batu kecil itu dibuang dihempaskan
batu kecil itu dicari dan ditemukan
guratan mesin pencipta dan pecinta
untuk bantu mengkilat terukir

cerdas dan pandai bukan jaminan
bijak dan sabar belum pedoman
pemimpin tulus tidak tertukar
berniat satu seperti pendekar
benda mercy dan nurani pergi ke ladang
membawa petani dan petualang
ladang cermat bertumbuh cerdas
kilau semangat dalam bias dalam lepas
Negeri seberang mengirim batu
batu dari tanah biasa
batu menempel pada berlian rapuh
mengikat janji setia bersama
Bulan itu bersama padi menanti sang garuda
bersama-sama untuk satu asa
ketika niat sudah didada
rekomendasi untuk generasi berikutnya
banyak warna dan rupa dalam rumahnya
ada merah putih ungu dan jingga
semua dirangkul dalam suka cita
pemuda Cerdas dari utara
bersama sibijak dalam do'a
orang bodoh- bukan bodoh secara sosial
orang warang - bukan waras secara normal
menjemput pemimpin adalah tugas mulia
jemputlah dengan hati yang berbahagia  
27/ juli 2015 ahmad bahtiar (Bahtiar Bersinergy)

No comments: