Alasan mengapa Anda belum menjadi orang kaya (atau
nyaris tidak akan jadi orang kaya) sebenarnya cukup sederhana. Anda
mungkin menganggap diri Anda belum bisa menjadi orang kaya karena Anda
tidak atau belum bisa mendapatkan cukup banyak uang.
Kenyataannya bahwa Anda belum menjadi orang kaya sangat sedikit
hubungannya dengan jumlah uang yang Anda hasilkan. Korelasi utama ada
pada bagaimana Anda memperlakukan uang dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah kemungkinan 10 penyebab mengapa sampai saat ini Anda belum menjadi orang kaya:
10. Anda Terlalu Memperdulikan Apa Kata Tetangga Atau Orang Lain
Jika Anda bersaing dengan tetangga dalam urusan harta benda, Anda
akan membuang-buang uang Anda yang dengan susah payah Anda dapatkan
untuk membeli barang-barang dengan tujuan mengesankan mereka daripada
menggunakannya untuk membangun kekayaan Anda.
9. Anda Tidak Sabar
Sebelum muncul era kartu kredit, sulit rasanya untuk menghabiskan
lebih dari apa yang kita miliki. Tapi itu adalah masa lalu, sekarang
adalah jamannya kartu kredit.
Jika Anda memiliki utang kartu kredit karena Anda tidak sabar
menunggu sampai Anda memiliki cukup uang untuk membeli sesuatu secara
tunai, Anda sudah menjadikan orang lain kaya selama Anda terjerat dalam
lilitan utang.
8. Anda Memiliki Kebiasaan Buruk
Entah itu merokok, minum, judi atau kebiasaan buruk lainnya,
kebiasaan tersebut bisa menghamburkan banyak uang yang sebenarnya bisa
Anda gunakan untuk membangun kekayaan. Kebanyakan orang tidak menyadari
bahwa biaya kebiasaan buruk mereka bisa meluas jauh diluar biaya
langsungnya. Merokok, misalnya: biayanya yang dikeluarkan bisa lebih
besar dari harga sebungkus rokok yang Anda beli ketika Anda jatuh sakit
atau mempengaruhi secara negatif terhadap kekayaan Anda dalam bentuk
tarif asuransi yang lebih tinggi dan penurunan nilai asuransi rumah
Anda.
7. Anda Tidak Punya Tujuan
Adalah sulit untuk menjadi kaya dan membangun kekayaan jika Anda
tidak menyediakan waktu untuk mencari tahu apa yang Anda inginkan. Jika
Anda belum menetapkan tujuan untuk menjadi kaya, Anda tidak akan mungkin
untuk mencapai keadaan yang Anda inginkan.
Anda perlu melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar pernyataan, “Aku
ingin menjadi orang kaya.” Anda perlu menyediakan waktu untuk
menentukan tujuan rencana tabungan dan investasi secara tahunan dan
memikirkan action plan untuk mencapai tujuan tersebut.
6. Anda Belum Siap Menghadapi Musibah
Hal-hal buruk bisa menimpa orang-orang baik kapan saja, dan jika Anda
belum siap untuk menghadapi musibah tersebut melalui perlindungan
asuransi, setiap kekayaan yang Anda mungkin telah bangun dapat hilang
dalam sekejap.
5. Anda Selalu Mencari Cara Cepat Kaya
Sudah menjadi fakta untuk sebagian besar umat manusia bahwa kekayaan tidak akan datang seketika jatuh dari langit. Anda mungkin
percaya bahwa orang bisa menjadi kaya dengan mengikuti lotre atau
memasang judi togel, tetapi kenyataannya adalah Anda jauh lebih mungkin
untuk disambar petir daripada menang lotre. Keinginan untuk cepat kaya
bahkan cenderung meluas ke dalam cara Anda berinvestasi.
4. Anda Mengandalkan Orang Lain Merawat Uang Anda
Anda percaya bahwa orang lain memiliki lebih banyak pengetahuan
tentang masalah uang, dan Anda mengandalkan sepenuhnya pada penilaian
mereka ketika harus memutuskan di mana Anda harus menginvestasikan uang
Anda.
Sayangnya, kebanyakan orang hanya ingin menghasilkan uang untuk
dirinya sendiri, dan ini adalah tujuan utama mereka ketika mereka
memberitahu Anda tentang bagaimana sebaiknya menginvestasikan uang Anda.
Dengarkan nasihat orang lain untuk mendapatkan ide-ide baru, tapi
pada akhirnya Anda harus mempunyai cukup pengetahuan untuk membuat
keputusan investasi Anda sendiri.
3. Anda Berinvestasi Pada Hal Yang Anda Tidak Mengerti
Anda mendengar bahwa seseorang telah menghasilkan banyak uang dari
suatu investasi, dan Anda ingin ikut ambil bagian dalam investasi
tersebut. Jika orang itu benar-benar menghasilkan uang, hal itu
dikarenakan dia mengerti bagaimana investasi tersebut bekerja.
Jika Anda ikut-ikutan menginvestasikan uang Anda karena orang lain
telah menghasilkan banyak uang tanpa memahami sepenuhnya bagaimana
investasi tersebut bekerja, hal ini akan menjauhkan Anda dari kekayaan.
2. Anda Seorang Penakut Secara Finansial
Anda begitu takut terhadap risiko finansial sehingga Anda menyimpan
semua uang Anda dalam rekening tabungan. Padahal Anda tahu bahwa hal
tersebut akan menyusutkan nilai uang Anda karena pengaruh inflasi, namun
Anda tetap menolak untuk memindahkan uang Anda ke tempat di mana
tingkat pengembaliannya lebih tinggi. Hal ini mungkin disebabkan karena
Anda takut akan kehilangan uang.
1. Anda Mengabaikan Keuangan Anda
Anda mempunyai sikap bahwa jika Anda menghasilkan cukup uang, maka
keuangan akan mengurus diri mereka sendiri dan juga akan mengurus diri
Anda. Jika saat ini Anda memiliki utang, entah bagaimana caranya hal
tersebut akan terselesaikan sendiri di masa depan. Keajaiban itu tidak
akan pernah terjadi. Dibutuhkan perencanaan untuk menjadi kaya.
Kenyataannya, mungkin bukan hanya salah satu kebiasaan buruk di atas
yang telah menjauhkan Anda menjadi seorang jutawan, namun kombinasi dari
beberapa sikap di atas. Renungkan hal tersebut dan lakukan perubahan.
Jika Anda ingin menjadi orang kaya, hal itu bisa direalisasikan oleh
kemampuan Anda dengan terlebih dahulu menghadapi berbagai sikap, situasi
yang saat ini membelenggu Anda dari menciptakan kekayaan.
Kesempatan untuk menjadi orang kaya hanya sejauh sikap dan situasi
yang membelenggu diri Anda. Ketika Anda bisa mengatasi hal tersebut,
Anda bisa menyebut diri Anda seorang jutawan.
No comments:
Post a Comment